Friday, December 14, 2012

Secercah Janji

2011,,,,

gue memutuskan (berjanji ke diri sendiri), "2012 KE JEPANG!!!"

Pergilah gue ke kantor imigrasi mengurus paspor bulan November 2011. Sendiri dan kayak anak ilang di daerah Kemayoran. Dengan dibantu oleh orang dalam, maka jadilah paspor gue dalam kurang lebih 1 minggu. Rencana masih wacana. Masih ga tau kapan gue bisa pergi dengan paspor ini.

Sampai pada akhirnya.....
Datanglah kabar ada promo tiket pesawat murah..... AHA! motto gue cuma NOW OR NEVER!
Maka, dengan memantabhkan hati, gue pun bergadang demi mendapatkan tiket murah... hehe. Promo dibuka jam 11 malam,,,,, servernya sibuk,,, terdepak berkali2,,,, NOW OR NEVER,,, gue tetap tekun menunggu dan VOILA!!!! jam 12 lewat, akhirnya gue mendapatkan apa yang gw tunggu,,, TIKET PP JAKARTA - TOKYO..... :') *terharu sangat*

Kurang lebih 10 bulan yang tersisa untuk gue mempersiapkan semuanya,,,, info, hotel, rute, makanan, teman2, tempat2 asik, dan sebagainya. Beli buku panduan jalan-jalan, peta (yang pada akhirnya tak terpakai) hahaha, liat2 hostel, liat2 harga, ngecek buku tabungan bolak-balik,,,,, dan sebagainya.
Dengan mengisi hari sambil membaca buku Life Traveler dan Garis Batas, semakin mantab lah gue untuk adventuring!

Gue persiapkan kota-kota mana aja yang mau gue sambangi. Gue harus mengerahkan pengetahuan travel gue *tsah* dalam membuat rute.....Berkali-kali liat peta,,, terdiam,,, berpikir,,, ganti lagi..... (kini ku mengerti kenapa suka dateng kerjaan ke kantor, minta ganti rute perjalanan berkali2)......akhirnya FIX,,,, Tokyo (Kamakura) - Kyoto - Nara - Osaka - Miyajima - Hiroshima - Nagoya - Tokyo (Nikko).

H minus 1 bulan, kerjaan lagi banyak-banyaknya, dan gue sempat khawatir ga ada waktu buat bikin visa.... tapi setelah liat-liat kalendar, ada satu hari di mana gue bisa sedikit agak napas dan izin untuk bikin visa.... maka, pergilah gue ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Pusat, daaaannn dalam 3 hari,,,,hap hap hap..... VISA SUDAH DITANGAN! 

Bagi gue secara pribadi, bikin visa wisata Jepang enggak ribet asalkan semua dokumen lengkap dan 3 hari saja jadi! Gue merasa, kayaknya untuk berwisata ke Jepang ga terlalu susah, malah merasa dipermudah dari segi birokrasi. Enggak banyak embel-embel, tinggal dateng ke Kedubes Jepang, serahin dokumen, semua lengkap dan ga ada masalah, langsung diproses, 3 hari kemudian, bayar ketika visanya udah jadi. Kalauun ada masalah, lanngsung dihubungin sama pihak Kedubes. Untuk lebih lengkapnya, bisa liat di website resmi Kedubes Jepang di Jakarta.

Banyak yang bilang harus ada jumlah minimal tabungan saat bikin visa. Well, untuk visa Jepang, ga ada ketentuan baku minimal berapa juta. Berbekal info dari teman gue, paling enggak sehari lo hidup dengan 10.000yen. Jadi, kalau lo ke Jepang 5hari, 10.000 yen x 5 hari = 50.000 yen. Itu minimal yaaaahh. TAPI INGAT!!! Pada dasarnya, cukup atau enggak 10.000 yen untuk 1 hari, semua bergantung pada pola hidup lo di sana dan juga tempat-tempat yang ingin dikunjungi. 

Lanjuutttt~~~~~
Waktu berlalu dan gue terus berkutat dengan pekerjaan,,,, pulang malam,,,, malam,,,, malam,,,,, dan malam.... =-=

Booking hostel udah siap semua, visa, passport, tiket pesawat........ tinggal JR Pass.

H minus 5 hari, gue melenggang ke Keai Prince, Jakarta Pusat untuk membeli JR Pass. Prosedur pembelian JR Pass juga ga susah, cuma bermodal uang dan visa Jepang. Yang pasti, JR Pass hanya bisa dipakai oleh turis dengan temporary visitor status. Ini adalah keistimewaan tersendiri bagi para traveler di Jepang! :D
Gue pun membeli JR Pass untuk 7hari dan kalau mau pake JR Pass, gue saranin lo harus membuat rute yang maksimal karena bakal rugi banget klo ga maksimal! hehe. Dan saran gue yang lain adalah lebih baik membeli JR Pass dalam mata uang Yen ketimbang mata uang Rupiah atau dengan Kartu Kredit karena klo ga pake Yen, lo harus mengikuti kurs yang berlaku di travel agentnya hari itu yang bagi gue jatuhnya MAHAL!

Setelah semuanya ada di genggaman gue,,,,,menghubungi teman-teman yang akan gue temui di sana nanti,,,, dan tinggal menunggu hari...... 

PACKING! menjadi kelemahan gue... tanpa nyokap gue, mungkin packing-an gue amburadul. Tapi semua menjadi rapih dengan polesan tangan nyokap, so nothing to be worried. hehe.
Karena gue ke Jepang saat musim gugur, dingin dong ya pasti, maka baju-baju yang gue bawa berlengan panjang semua, kaos kaki beberapa pasang, sarung tangan, scarf, celana panjang, dan pastinya KOYO. hahahaha. Buku panduan ke Jepang, gue tinggal di kamar baik-baik. Gue butuh buku itu hanya sebatas mencari info, ketika di Jepang, semua harus terjadi dengan spontan dan alami!!! ;)

PERLU DIGARISBAWAHI,,, kepergian gue ke Jepang yang perdana ini adalah seorang diri. Tujuan gue, melihat daun momiji, menikmati panorama alam Jepang dan bertemu teman-teman yang kusayangi. Jadi, yang namanya belanja itu,,,,, cuma 10% (ini udah termasuk beli oleh2). Karena gue mau melihat momiji dan menikmati panorama alam, maka tidak ada jalan-jalan ke Disneyland, Universal Studio (disamping emang gue tidak tertarik ke tempat seperti itu), atau tempat-tempat hiburan lainnya. Gue lebih memilih mendaki gunung, ke hutan-hutan, ke taman-taman, dan berjalan kaki ke sana ke mari. 



...... saatnya menuju hari yang ditunggu-tunggu.....